Friday, December 14, 2012

"kamu sudah tahu namaku kan? kamu telah mengenalku"

Di sudut jalan, ketika aku ingin memberhentikan sebuah bis. aku melihat seorang pria sedang berdiri di seberang jalan bersama seorang wanita. romantis rasanya.
lelah ketika sepulang sekolah menunggu bis yang tak kunjung datang. udara yang begitu dingin dan matahari yang sudah mulai memudarkan cahayanya. andai ada yang menemaniku disini. aku berusaha untuk menoleh lagi ke tempat seorang pria dan wanita itu berdiri. ternyata masih ada. aku terus memerhatikan mereka, dan mulai menghayal bahwa akulah wanita itu.
ya. aku mengenal pria dan wanita itu. mereka adalah senior ku, dan dulu aku pernah memendam rasa kepada pria itu. dia adalah sosok yang tak ingin ku kenal.

aku menoleh lagi ke arah jalan untuk memastikan bis yang lewat. dan untuk ketiga kalinya, aku menoleh lagi ke sebrang jalan itu. kini wanita itu sudah tidak ada, pria itu sendirian disebrang sana. Ia melihat ku. aku berusaha untuk tidak menatapnya.

"ayolah , datang! aku tak mau kau terlambat!" 

aku berusaha untuk tetap berdiri disini walau hanya sendiri. seakan-akan ini adalah sandiwara. kini aku melihat pria itu berdiri disampingku. diam, tidak ada ucapan yang kudengar. aku masih menunggu bis itu. seiring waktu aku terus melihat jam yang selalu kupakai ditangan kiriku. aneh rasanya. 
banyak angkutan umum yang terus mundar mandir dihadapan kita. tapi tidak ada satupun yang ingin kita naiki. udara semakin dingin. sehingga aku terus memeluk erat tubuhku. matahari semakin hilang, hari semakin gelap. angin terus berhembus dari arah timur. sepertinya ingin hujan. 
aku sudah menunggu hampir satu jam bersama pria itu. seakan - akan memaksa untuk berdiam diri disebelah patung yang tak ingin pulang. 

"kamu Elli kan?" 

tiba-tiba suara itu datang dan diam seketika. suara itu datang dari sebelah kiri, tempat dimana dia berdiri. aku terdiam.

"kamu Elli kan? kelas 2 ipa?"

aku kaget mendengar suaranya. karna baru kali ini Ia mengajakku mengobrol. aku tak tahu harus berkata apa. dan Ia terus memperjelas suaranya. 

"kamu Elli 2 ipa kan? halo?"

"eh, maaf. lagi gak konsen"

"gak konsen kenapa? eh kamu belum menjawab pertanyaanku"

"ya, aku Elli"

sesingkat itu aku menjawab. kita terdiam.

"ternyata kamu jutek ya"

"siapa bilang?"

"buktinya kamu hanya membalas pertanyaan ku sesingkat itu. ternyata kamu bukanlah orang yang kupikirkan"

"aku tak mengenalmu"

"benarkah? tapi aku sering melihatmu selalu menatapku disekolah. dan sangat tidak mungkin jika kau tak mengenalku. setidaknya kamu tahu aku ini seniormu, iya kan?"

aku terdiam. aku tidak tahu harus ucapkan kata apalagi dengannya. aku gugup.

"bilang aja kalau kamu gugup mengobrol denganku? iya kan?" 

mendengar ucapannya ini membuatku malu. mengapa ia bisa membaca pikiranku? tidak. aku tidak boleh gugup dihapannya. 

"gak kok. aku males aja ngobrol sama seseorang yang belum aku kenal"

kali ini ia terdiam. mungkin dia sudah capek ngobrol dengan seseorang sepertiku. aku bersikap begini karna aku tidak ingin dia tahu apa yang kurasa. 

"aku Rehan"

nama yang indah. nama yang selalu membuatku berkhayal. ya. aku tahu namamu. 

"aku Rehan, kelas 3 ips. sekarang, kamu sudah tahu namaku kan? kamu telah mengenalku" 

aku melihat senyumannya. ia tersenyum kepadaku seakan aku adalah seorang wanitanya sekarang. aku belum pernah merasakan kebahagiaan ini. aku terus memandangnya.  berharap waktu berhenti disaat - saat seperti ini, dan membuat aku lupa dengan segalanya. 



-bersambung-





2 comments: